Melalui pendidikan, saya Rifki Arfian ingin menghadirkan pembelajaran Seni Musik yang tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk bereksplorasi, berekspresi, berpikir kritis, dan menghargai keberagaman budaya. Bagi saya, menjadi pendidik seni berarti terus belajar bersama peserta didik, membuka kemungkinan baru, serta menjaga agar kesenian tetap hidup dan bermakna dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Bagi saya, kelas Seni Musik tidak selalu harus sunyi untuk menjadi tempat belajar. Ada bunyi yang saling bersahutan, ritme yang belum serempak, suara yang terdengar terlalu keras, hingga gagasan-gagasan yang muncul dari keberanian peserta didik untuk mencoba. Di tengah situasi itu, saya belajar bahwa mengajar seni bukan sekadar menyampaikan materi, melainkan juga memahami bagaimana peserta didik berproses, berekspresi, dan menemukan cara belajarnya sendiri. Pengalaman mengajar membuat saya menyadari bahwa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tidak selalu berjalan beriringan dengan menjaga kelas tetap kondusif. Saya perlu belajar membangun kesepakatan, menentukan pendekatan yang sesuai, dan mengelola dinamika kelas tanpa mematikan rasa ingin tahu peserta didik. Sebab, di balik kelas yang terdengar berisik, selalu ada kemungkinan untuk belajar—selama kebebasan berekspresi tetap berjalan bersama rasa tanggung jawab. Perjalanan ini mengubah cara pandang saya terhadap peran seorang guru seni. Saya tidak ingin sekadar membuat kelas menjadi tenang, tetapi ingin menciptakan ruang tempat setiap bunyi memiliki arah, setiap gagasan memperoleh kesempatan, dan setiap peserta didik merasa aman untuk bereksplorasi. Saya masih terus belajar menemukan keseimbangan itu, karena bagi saya, menjadi guru Seni Musik berarti belajar mendengarkan, bukan hanya suara yang terdengar, tetapi juga kebutuhan yang belum terungkap di dalam kelas.
Saya percaya bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan, seni adalah pengalaman yang memberi makna, dan menjadi pendidik berarti terus bertumbuh melalui kesediaan untuk mendengarkan, menghargai keberagaman, serta merawat keberlanjutan budaya bersama generasi berikutnya.